Dimana Jack Ma? Tidak Diketahui Setelah Kritik Regulasi Keuangan China

IDXTainment
Oktiani/Koran Sindo
Rabu, 06 Januari 2021 08:15 WIB
Pendiri Alibaba dan Ant Group Jack Ma, dilaporkan hilang setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat oleh Beijing.
Jack Ma Hilang, Setelah Kritik Sistem Regulasi Keuangan China. (Foto : Bloomberg)

IDXChannel - Setelah di 2020 mengkritik kebijakan Pemerintah China hingga akhirnya gagal melantai di bursa Amerika Serikat, Pendiri Alibaba dan Ant Group Jack Ma, dilaporkan hilang setelah perusahaannya diselidiki atas dugaan monopoli dan persaingan tidak sehat oleh Beijing.

Dugaan hilang muncul setelah Jack Ma melontarkan kritik terhadap sistem regulasi keuangan China. Hingga berita ini diturunkan, Jack Ma masih belum terlihat setelah pemerintah China merilis investigasi persaingan usaha terhadap perusahaannya.

Sejatinya Jack Ma adalah salah satu orang terkaya di China dan dunia. Ia memiliki jaringan bisnis yang kuat seperti Alibaba, yang masuk ke sektor e-commerce, finansial, logistik dan sektor lainnya.

Pengamat Pemasaran dari Inventure Yuswohady mengatakan, masalah yang menimpa Alibaba secara manajemen tidak akan terlalu berdampak terhadap investasi yang telah dilakukan di Indonesia. Menurut dia, di bawah kepemimpinan CEO Alibaba Group, Daniel Zhang, bukanlah orang baru bagi raksasa asal China tersebut.

"Saya rasa Alibaba sekarang sudah tidak bergantung dengan Jack Ma. Apalagi Jack Ma sudah mempersiapkan sejak lama penerusnya. Dari sisi manajemen, Daniel Zhang ini bertanggung jawab untuk ekspansi investasi ke berbagai belahan dunia. Jadi dia sudah mengerti betul," ujarnya ketika dihubungi reporter Oktiani Endarwati, pada Selasa (5/1/2021).

Ditambahkan Yuswohady, masalah menimpa Jack Ma akan berpengaruh banyak kepada Alibaba walaupun nantinya perusahaan tersebut akan “disetir” oleh Pemerintah China. 

“Sehingga ketika pengaruh pemerintah masuk, maka tentu saja ekspansi ke Indonesia warnanya akan diwarnai oleh kepentingan negara. Misalnya, sektor-sektornya mesti dikaitkan dengan investasi dari China ke sini,” imbuhnya. (*)

Baca Juga