Jangka Pendek Berpotensi Menguat, Perbankan Banyak Diborong Asing

Market News
Oktiani/Koran Sindo
Senin, 11 Januari 2021 19:00 WIB
Investor asing tercatat memborong banyak di sektor perbankan pada perdagangan Senin (11/1/2021).
Jangka Pendek Berpotensi Menguat, Perbankan Banyak Diborong Asing. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Pada akhir perdagangan Senin (11/1/2021), terpantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 2% atau naik 125 poin ke level 6.382,94 atau ditutup pada level tertinggi sejak 2020. Sementara itu, sektor perbankan paling banyak diborong asing

Dalam program 2nd Session Closing Market IDX Channel, Head of Research Creative Trading System Argha Jonathan Karo Karo mengungkapkan bahwa salah satu faktor penguatan IHSG karena dana asing yang masuk sekitar Rp2,5 triliun pada perdagangan hari ini.

Investor asing tercatat memborong banyak di sektor perbankan mulai dari saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan total net buy mencapai Rp670,1 miliar, disusul PT Saham Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy Rp503,8 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan net buy Rp265,5 miliar.

"Perbankan big cap adalah saham-saham yang dikuasai oleh asing. Tentunya berbeda dengan perbankan small cap yang efeknya kecil sehingga tidak tercermin dalam IHSG. Sedangkan pada perbankan big cap, kalau asing masuk akan langsung naik. Begitu keluar pun akan turun," ujarnya pada closing market IDX Channel, Senin (11/1/2021).

Menurut dia, dalam jangka pendek saham-saham tersebut akan berpotensi menguat dengan melihat besarnya dana yang masuk ke saham tersebut. "Kalaupun mereka mau profit taking, jual lagi di harga atas, harusnya tidak akan keluar dalam waktu singkat. Jadi ada peluang kenaikan apalagi kalau asing terus menjual. Tentunya ini harus didukung mayoritas investor lokal harus menjual sahamnya ke asing supaya dia bisa terus naik," tuturnya.

Saham perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar masih mempunyai peluang yang sangat baik ke depan, ungkap Jonathan, sehingga asing diperkirakan masih akan terus masuk.

"Kalau yang sudah ambil posisi hold terus biar investor lokal yang jual ke asing. Kita hold terus sahamnya apalagi perbankan besar seperti ini peluangnya masih sangat baik ke depan dan asing masih terus masuk. Kalau yang baru masuk pilih yang dikuasai asing dan juga naiknya tidak terlalu besar," pungkasnya. (*)

Baca Juga