Jokowi Segera Lantik Dewas Sovereign Wealth Fund Pekan Depan

Market News
Rina Anggraeni/Sindonews
Jumat, 08 Januari 2021 19:45 WIB
Kemenkeu memastikan anggota Dewas Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dari kelompok profesional sudah ditutup dan siap dilantik.
Jokowi Segera Lantik Dewas Sovereign Wealth Fund Pekan Depan. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan memastikan anggota Dewan Pengawas Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dari kelompok profesional sudah ditutup dan akan segera dilantik Presiden Jokowi.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata mengatakan bahwa saat ini sedang dalam proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test

“Nanti akan diumumkan oleh Presiden langsung. Pada saat Presiden sampaikan ke DPR [Dewan Perwakilan Rakyat] untuk dikonsultasikan, pasti akan penjelaskan. Paling lambat minggu depan ada proses konsultasi ke DPR mengenai nama anggota dewan pengawas dari kelompok yang profesional,” kata Isa  dalam video virtual, Jumat (8/1/2021).

Kata dia, berdasarkan Undang-Undang (UU) 11/2020 tentang Cipta Kerja, dewan pengawas SWF terdiri atas lima orang. “Ada 3 yang akan dipilih dalam pendaftaran. Karena yang duanya adalah Menteri Keuangan yang merangkap sebagai ketua dan anggota lalu Menteri BUMN,” jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi memperkenalkan lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) kepada para gubernur. Dia mengatakan bahwa para gubernur perlu tahu bahwa SWF adalah salah satu terobosan dalam rangka pembiayaan nasional.

“Ini juga agar para gubernur mengetahui sehingga kita memiliki sebuah terobosan dalam rangka pembiayaan nasional kita tidak hanya tergantung kepada APBN, tidak tergantung hanya dari bantuan pinjaman. Tetapi kita juga akan memiliki satu instrumen lagi yaitu SWF yang namanya adalah Indonesia investment authority,” katanya.

Adapun, beberapa alasan dibentuknya SWF. Salah satunya adalah tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan ke depan.

“Kemudian juga rasio utang pemerintah terhadap PDB juga terus meningkat. Kemudian kapasitas pembiayaan dari BUMN juga ada keterbatasan. Sehingga terdapat kesenjangan antara kemampuan pendanaan domestik dan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan nasional. Oleh sebab itu pada bulan ini ini telah terbentuk yang namanya sovereign wealth fund,” tandasnya. (*)

Baca Juga