Optimistis di 2021, Pengamat Menilai Sektor Properti dan Konstruksi Paling Menarik

Market News
Fahmi Abidin
Selasa, 01 Desember 2020 15:00 WIB
Sejumlah pengamat pasar modal menilai kondisi Indonesia di 2021 akan lebih baik dan optimistis di beberapa sektor bahkan diprediksi meningkat tahun depan
Optimistis di 2021, Pengamat Menilai Sektor Properti dan Konstruksi Paling Menarik. (Foto: Ist)

IDXChannel - Sejumlah pengamat pasar modal menilai kondisi Indonesia di 2021 akan lebih baik dan optimistis di beberapa sektor bahkan diprediksi meningkat tahun depan meski masih di tengah pandemi, mulai dari properti hingga konstruksi.

Dilansir dari Program Market Review IDX Channel, Selasa (1/12/2020), CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menyampaikan bahwa sejak kasus Covid-19 menyeruak pada Maret, sektor Perbankan dan Mining, cenderung telah melakukan kenaikan. Beberapa perusahaan dan emiten juga telah melampaui nilai dari awal tahun.

"Sektor properti yang terdiri dari properti dan konstruksi ini memiliki optimisme yang masih ada. Terlihat dari beli masyarakat dengan didukungnya suku bunga yang menurun," ujar Bernadus Wijaya.

Ditambahkan Bernadus, sektor properti dan juga konstruksi dalam jangka menengah dan seterusnya menjadi sektor yang cukup menarik. Namun, dalam jangka pendek terlihat pada Desember tahun ini perlu diperhatikan dapat terjadi penurunan dan waspada karena sektor ini sudah lumayan meningkat dalam satu dua bulan terakhir.

Sementara itu, Bernadus juga melihat sisi kinerja lain di sektor perbankan, batu bara, consumer goods yang alami penurunan di tengah pandemi namun masih terdapat potensi pertumbuhan di 2021. “Meski demikian, sektor ini terus dilirik para investor karena menguntungkan untuk dilihat dalam jangka ke depan walaupun rawan koreksi,” imbuhnya di IDX Channel.

"6 sampai 9 bulan ke depan sektor perbankan dan juga konstruksi terbilang rawan di akhir tahun ini. Karena harga saham yang mudah kembali tetapi belum didukung fundamental sebelum Covid-19 sektor tersebut masih cenderung rampung kenaikannya. Mengalami kenaikan akhir tahun ini hanya karena didukung investor bahwa sektor tersebut akan pulih namun tetap rawan koreksi," pungkasnya. (*)

Baca Juga