Pemerintah Larang Ekspor Nikel di 2022, Ini Manfaatnya untuk RI

Market News
Hafid/Koran Sindo
Jumat, 08 Januari 2021 17:45 WIB
Larangan nikel dinilai sejumlah pihak akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan.
Pemerintah Larang Ekspor Nikel di 2022, Ini Manfaatnya untuk RI. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Terkait adanya larangan ekspor nikel yang ditetapkan Pemerintah tahun depan, Chief Economist BNI Sekuritas Damhuri Nasution menilai dalam jangka pendek larangan ekspor tersebut memang akan sedikit menurunkan potensi ekspor Indonesia.

"Namun dalam jangka panjang larangan ekspor tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian secara keseluruhan," ujar Damhuri, di Jakarta, Jumat (8/1/2021).

Ditambahkan Damhuri, meski adanya larangan ekspor tersebut maka investasi membangun smelter dan industri hilirnya akan turut meningkat yang hasilnya sebagian besar akan di ekspor dan ada added value terhadap nikel Indonesia.

"Tapi untuk tahun ini saya belum melihat dampak positif yang signifikan dari larangan eskpor tersebut terhadap ekonomi kita. Namun di 2022 dan seterusnya kita akan melihat dampak yang makin positif terhadap perekonomian kita secara keseluruhan," paparnya.

Sekadar diketahui, Indonesia merupakan negara dengan cadangan bijih nikel terbesar di dunia dengan 32,7% cadangan nikel dunia. Setelah Indonesia, Australia berada di urutan kedua dengan memiliki 21,5% cadangan nikel dunia. Kemudian Brazil dengan cadangan bijih nikel 12,4%.

Sementara itu, Pemerintah saat ini telah mengeluarkan kebijakan larangan ekspor bijih nikel dengan kadar 1,7% dan diberlakukan mulai Januari.

Sejauh ini, Indonesia menduduki peringkat pertama sebagai produsen nikel terbesar dunia. Pada tahun lalu, produksi nikel dunia mencapai 2,6 juta ton, sementara produksi nikel Indonesia mencapai sebesar 800 ribu ton. Sementara di posisi kedua dan ketiga ditempati oleh Filipina dan Rusia dengan produksi masing-masing 420 ribu ton dan 270 ribu ton. (*)

Baca Juga