Permintaan Sarung Tangan Naik, Mark Dynamics Catat Penjualan Rp344 Miliar

Market News
Shifa Nurhaliza
Jumat, 20 November 2020 09:30 WIB
PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan penjualan hingga Rp344 miliar di kuartal III-2020.
Permintaan Sarung Tangan Naik, Mark Dynamics Catat Penjualan Rp344 Miliar. (Foto: Ist)

IDXChannel - Dalam kondisi pandemi Covid-19 PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) mencatatkan peningkatan permintaan produsen sarung tangan, hal tersebut membuat perseroan membukukan penjualan hingga Rp344 miliar pada kuartal III-2020.

Chief Finance Officer PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) Budi Muharsya mengatakan, bahwa MARK merupakan satu-satunya produsen cetakan sarung tangan di Indonesia yang memegang pangsa pasar untuk cetakan sarung tangan sekitar 50% dari pasar global.

“Permintaan sarung tangan dunia juga meningkat sangat signifikan dan dinikmati oleh produsen-produsen sarung tangan yang sebagian besar ada di Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia. Industri ini mungkin belum terlalu dikenal di Indonesia, tapi kebanyakan kita berkembang di Malaysia. Dan beruntung dalam kondisi pandemi ini pertumbuhan Mark Dynamics membaik, ”ungkapnya dalam program Dialog Khusus Webinar di Channel TV IDX, Kamis (19/11/2020).

Seperti diketahui, Mark Dynamics Indonesia berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 344 miliar di kuartal III-2020 atau meningkat sebesar 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni Rp 267,21 miliar. Laba bersih turut meningkat 37,7% menjadi Rp 89,98 miliar dari Rp 65,5 miliar.

Pencapaian positif yang diraih MARK sejatinya berdiri tegak menjaga tingkat perhatian serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari monitor, marjin laba kotor di 41,17% dengan nilai sebesar Rp 142,63 miliar dan laba bersih 25,98%.

“Justru ditengah pandemi ini dengan permintaan permintaan, kami sebagai produsen cetakan mau tangan yang bisa menyediakan produk kami dengan kapasitas. Kita optimalkan kapasitas kita dengan menambah mesin baru, rencana pembangunan pabrik baru, ”tutupnya. (*)

Baca Juga