Saham Disuspensi BEI, Ini Tanggapan Itama Ranoraya

Market News
Michelle N/Sindonews
2 hari yang lalu
Dalam keterangan resmi perseroan, klarifikasi dilakukan untuk menghindari miss leading terhadap pemberitaan yang ada saat ini.
Saham Disuspensi BEI, Ini Tanggapan Itama Ranoraya. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Terkait dengan suspensi saham yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap emiten PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) yang yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), perseroan menyampaikan klarifikasi adanya miss informasi mengenai revisi atas laporan keuangan perseroan untuk laporan keuangan kuartal II dan kuartal III Tahun Buku 2020. 

Dalam keterangan resmi perseroan, klarifikasi dilakukan untuk menghindari miss leading terhadap pemberitaan yang ada saat ini.

Disampaikan Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya Tbk, Pratoto Raharjo, pada 26  November 2020, perseroan telah menyampaikan keterbukaan informasi kepada pihak Bursa Efek Indonesia dengan dilakukannya revisi terhadap laporan keuangan perseroan untuk laporan keuangan unaudited kuartal II dan kuartal III Tahun Buku 2020.

"Tindakan yang dilakukan oleh perseroan tersebut dilakukan sebagai hasil dari konsultasi perseroan kepada pihak otoritas pasar modal yaitu Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan (unrealized) kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain," kata Pratoto di Jakarta, di Rabu (13/1/2021).

Sehingga pasca revisi terjadi perubahan (penurunan) terhadap nilai laba bersih perseroan untuk laba kuartal II dan kuartal III dibandingkan nilai laba bersih sebelum revisi. 

Ditambahkan Pratoto, langkah revisi tersebut merupakan langkah perbaikan yang dilakukan perseroan untuk memenuhi standar akuntansi yang berlaku, dan untuk proses perbaikannya, perseroan telah melakukan sesuai dengan ketentuan yang ada yang berlaku di pasar modal. 

“Dengan implementasi revisi tersebut tersebut laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan un-audited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku,” jelas Pratoto.

Kembali ditegaskan Pratoto, hasil dari perubahan laba bersih di kuartal II maupun kuartal III setelah revisi tersebut, tidak memengaruhi target pencapain kami, yang telah kami sampaikan sebelumnya.

"Perlu kami informasikan kembali, bahwa pada tahun 2020, laba bersih kami tumbuh 70% - 80% dibandingkan laba tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar. Jadi tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja” ungkap Pratoto.

Namun, Perseroan menyesalkan adanya upaya untuk memberikan kesan bahwa pelaksanaan revisi terhadap laporan keuangan tersebut dilakukan secara diam-diam. Kami sudah melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan tercatat (emiten) dalam hal keterbukaan informasi dan kami juga sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulasi. (FAHMI)

Baca Juga