Target Tak Tercapai, Kepastian Hukum Investasi Migas Jadi Penghambat

Market News
Shifa Nurhaliza
4 hari yang lalu
Realisasi investasi migas di Indonesia sepanjang 2020 sebesar USD12,1 miliar, dibandingkan 2019 yang sebesar USD12,9 miliar.
Target Tak Tercapai, Kepastian Hukum Investasi Migas Jadi Penghambat. (Foto ; MNC Media)

IDXChannel - Terkait dengan turunnya realisasi investasi migas di Indonesia sepanjang 2020 sebesar USD12,1 miliar, dibandingkan 2019 yang sebesar USD12,9 miliar. Diungkapkan Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan, salah satunya adalah soal kepastian hukum yang minim.

Selain itu, faktor lainnya yang membuat realisasi investasi di 2020 tak capai target karena anjloknya harga minyak.

"Sampai sejauh ini revisi Undang-Undang (UU) Migas Nomor 22 Tahun 2001 masih belum selesai juga dilakukan oleh DPR. Kita harapkan mungkin di tahun ini sesuai dengan apa yang disampaikan komisi VII bisa selesai sehingga ini bisa memberikan kepastian hukum terkait iklim investasi di sektor migas," ujarnya pada program Market Review IDX Channel, Selasa (12/1/2021).

Hingga saat ini yang paling ditunggu adalah status dari SKK Migas. Pasalnya, pembentukan BUMN khusus bisa memberikan kepastian lebih kepada investor mengingat posisi SKK Migas yang saat ini bersifat sementara.

"Sejauh ini SKK Migas hanya pada badan sementara yang diatur dalam Perpres. Dengan demikian dibutuhkan kepastian hukum lagi terkait dari posisi SKK Migas ke depannya. Apakah ini akan menjadi BUMN khusus atau tetap seperti ini. Ini masih menjadi salah satu yang ditunggu investor terkait kepastian hukum.," jelasnya.

Menurut Mamit, terkait insentif sejauh ini Kementerian ESDM dengan stakeholder sejatinya sudah memangkas birokrasi rumit sehingga bisa membuat investasi menjadi atraktif.

"Di sisi lain, lapangan migas kita sudah cukup tua sehingga investor berhati-hati dalam menanamkan modalnya. Jangan sampai di tengah kondisi seperti ini, harga minyak sedang turun, lapangan sudah tua, ketika mereka melakukan investasi justru memberatkan mereka," imbuhnya. (FAHMI)

Baca Juga