Targetkan Rp495 Triliun, Airbnb Bakal IPO di Akhir 2020

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 02 Desember 2020 16:15 WIB
Perusahaan persewaan rumah berbasis daring Airbnb berencana melakukan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering).
Targetkan Rp495 Triliun, Airbnb Bakal IPO di Akhir 2020. (Foto: Ist)

IDXChannel – Perusahaan persewaan rumah berbasis daring Airbnb berencana melakukan penawaran saham perdana ke publik (Initial Public Offering) dan berencana memberikan harga per sahamnya sekitar USD44-USD50.

Dilansir Okezone, Rabu (2/12/2020), ditargetkan dari IPO tersebut perseroan akan mendapat guyuran dana sebanyak USD35 miliar atau setara Rp495 triliun (mengacu kurs Rp14.166 per USD). Perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan sekitar USD2,5 miliar atau Rp35 triliun dalam penawaran umum perdana.

Sekadar informasi, ini akan jauh lebih tinggi daripada nilai USD18 miliar Airbnb pada April lalu ketika mengumpulkan USD2 miliar, utang dari investor. Itu hampir setengah dari penilaian pribadi puncaknya (USD31 miliar) dari 2017.

Perusahaan akan terdaftar di Nasdaq dengan kode emiten ABNB. Nantinya, perseroan diharapkan dapat melakukan IPO akhir bulan ini. Roadshow Airbnb, di mana ia melakukan promosi kepada investor, akan dimulai pada Selasa.

Airbnb merilis proposal pertamanya pada bulan lalu, melaporkan laba bersih USD219 juta dengan pendapatan USD1,34 miliar pada kuartal ketiga tahun ini, turun sekitar 19% dari tahun sebelumnya. Penurunan ini diakibatkan oleh karena adanya pandemi Covid-19.

Namun setelah memangkas sekitar 25% stafnya, atau sekitar 1.900 karyawan, pada bulan Mei, Airbnb melihat bisnisnya bangkit kembali dengan cepat di akhir tahun. Itu berkat lonjakan sewa di daerah pedesaan karena orang-orang mencari pelarian yang aman di tengah pandemi. Perusahaan awalnya diharapkan untuk go public pada paruh pertama tahun ini, tetapi krisis mengubah rencana tersebut.

Tetapi dengan pasar yang merosot lebih tinggi pada berita vaksin positif dan kemenangan pemilihan Presiden terpilih Joe Biden bulan lalu, itu adalah lingkungan yang baik bagi perusahaan untuk go public sekarang. (*)

Baca Juga