Tersangka Kasus Jiwasraya, Pewaris Batik Keris Solo dan Julukan Market Maker

The Founder
Fahmi Abidin
Rabu, 15 Januari 2020 10:30 WIB
Sosok Benny Tjokro adalah nama yang tidak asing di telinga investor saham. Dirinya telah berada di pasar modal sejak akhir 1980-an, dan kerap membeli saham IPO.
Tersangka Kasus Jiwasraya, Pewaris Batik Keris Solo dan Julukan Market Maker. (Foto: Ist)

IDXChannel - Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus Jiwasraya, nama Benny Tjokrosaputro ramai diperbincangkan. Sejatinya ia merupakan Direktur Utama PT Hanson International Tbk dan pewaris merek Batik Keris Solo.

Benny Tjokrosaputro ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan diduga terlibat dalam aksi menggoreng saham-saham berkualitas rendah milik perusahaan asuransi plat Merah tersebut.

Baca Juga : Benny Tjokro dan Heru Hidayat Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya

Benny Tjokro Dikenal Tukang Goreng Saham

Sosok Benny Tjokro adalah nama yang tidak asing di telinga investor saham. Dirinya telah berada di pasar modal sejak akhir 1980-an, dan kerap membeli saham-saham IPO.

Sebelum kasus Jiwasraya mencuat, Benny Tjokro pernah bermasalah saat menggoreng saham PT Bank Pikko Tbk pada 1997 bersama teman-temannya. Saat itu, BEI memberi sanksi kepada Benny dkk untuk mengembalikan hasil keuntungan penjualan saham tersebut ke kas negara sebesar Rp1,5 miliar.

Akibat perbuatannya tersebut, Benny Tjokro mendapat julukan 'market maker' alias bandar besar saham.

Baca Juga : Benny Tjokro Cs Ditahan, Menteri Erick Apresiasi Respon Cepat Kejagung

Cerita Benny Tjokro Dirikan Hanson Internasional

Pada 31 Oktober 1990, Hanson International yang merupakan perusahaan manufaktur tekstil IPO di Bursa Efek indonesia (BEI). Sejak saat itu, perusahaan yang didirikan pada 1971 ini kerap beralih bisnis, termasuk masuk ke sektor tambang dan energi pada 2008.

Hingga akhirnya, Hanson fokus di bidang properti dengan banyak membeli bank tanah (landbank) pada 2013 di Tangerang, Bogor, Lebak, dan Rangkasbitung. Saat ini, Hanson fokus mengembangkan kota di Maja dan Serpong.

Sebelumnya, pada Oktober 2019, Benny Tjokro sudah mengalami masalah akibat melanggar aturan karena melakukan pengumpulan dana masyarakat yang seharusnya hanya boleh dilakukan lembaga keuangan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta Hanson untuk melunasi dana nasabah paling lambat akhir 2020. Namun, dana itu sebagian besar dibelikan untuk membeli lahan sehingga arus kas perseroan tidak cukup untuk melunasi dana nasabah.

Kini, dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejagung terkait kasus Jiwasraya yang mengakibatkan kerugian negara cukup besar. (*)

Baca Juga